Aturan komisi makelar/ broker dalam jual beli tanah

Home  >>  Tips  >>  Aturan komisi makelar/ broker dalam jual beli tanah

Aturan komisi makelar/ broker dalam jual beli tanah

On September 14, 2018, Posted by , In Tips, With Comments Off on Aturan komisi makelar/ broker dalam jual beli tanah

Apakah Anda membeli rumah dengan bantuan broker dan makelar? Meminta broker dan makelar untuk mencarikan rumah impian Anda memang sangat membantu. Mereka memiliki berbagai pilihan hunian yang bisa memenuhi kriteria Anda. mereka juga menyediakan informasi lengkap mengenai apa yang mereka tawarkan. Tetapi menyewa broker dan makelar akan membutuhkan biaya. Masalah biaya inilah yang banyak di pertanyakan oleh para calon pembeli rumah. Berapa banyak yang harus di bayarkan. Ini dia aturan komisi makelar/broker dalam jual beli tanah

Menilik dari peraturan menteri perdagangan RI No. 33/M-DAG/PER/8/2008 pasal 1 ayat 3 yaitu tentang perusahaan perantara perdagangan properti  atau biasa di singkat Permendag No 33/2008, broker atau makelar adalah seseorang dengan keahlian di hunian ataupun properti yang telah memiliki sertifikat dari lembaga sertifikasi terpercaya atau terakreditasi. Seorang broker terpercaya harus memiliki sertifikat keahlian khusus akan properti. Maka dari itu ketika memilih seorang broker atau makelar jangan lupa tilik sertifikatnya.

Biasanya broker bersertifikat ini di naungi oleh perusahaan perantara jual beli properti. Ada juga broker atau makelar yang bekerja sendiri, tetapi sulit menemukan yang telah bersertifikat.

Mengenai biaya atau komisi broker atau makelar tentu berbeda-beda. Jika Anda memilih broker dari perusahaan perantara jual beli rumah, tentu komisi akan lebih tinggi. Karena Anda juga akan membayar layanan lain dari perusahaan tersebut. sedangkan jika Anda memilih seorang freelance broker harga bisa terbilang lebih murah, karena Anda langsung bertemu dengan broker dan tidak perlu membayar biaya-biaya lainnya seperti administrasi.

Meskipun komisi broker atau makelar rumah bisa berbeda-beda. Ada yang telah di tetapkan perusahaan, ada juga yang menyerahkan komisi menurut pembeli rumah. Meskipun begitu ada undang-undang yang mengatur masalah komisi broker ini. menurut Permendag No 33 tahun 2008 ayat 2 pasal 10, komisi broker atau makelar sedikitnya adalah 2% dari nilai transaksi. Lalu berapa maksimalnya? Menurut Permendag No. 51/ M- DAG/ PER/ 7/2017 maksimal adalah 5%. Sedangkan broker yang menyewakan properti di kenakan komisi lebih besar yaitu sebanyak minimal 5 % dan paling banyak 8% dari nilai transaksi penyewaan properti.

Nah itu tadi mengenai aturan komisi broker atau makelar yaitu paling sedikit 2% jika Anda membeli dan maksimal 5%. Sedangkan untuk broker yang melayani penyewaan properti diberikan komisi minimal 5% dan maksimal 8%.

Tata cara jual tanah kepada pembeli dengan opsi Kredit Pemilikan Tanah

Comments are closed.